Hati itu Dipilih, Bukan Memilih


Entah berapa kali sudah saya melihat film perahu kertas, tapi tetep aja saya nangis di bagian akhirnya. Cerita cinta yang tak pernah bisa terlupakan dengan mengikuti takdir yang akhirnya takdir menyatukan keduanya Kugy dan Keenan. Kisah cinta seorang penulis dan pelukis, kisah cinta yang unik dan berantakan. Hingga di akhir kutemukan kata-kata ajaib bahwa Hati itu dipilih, bukan memilih.


Seseorang bilang, ketika ia telah menemukan cintanya yang dia sendiri tak tau menyebutnya dengan apa. Seolah bebannya berkurang, satu kakinya menginjak kehidupan yang baru yang akan terus menapaki kehidupan dengan langkah-langkah cinta.

Lalu? Bagaimana dengan tahun-tahun sebelumnya, apakah saya atau dia juga tidak memiliki hati yang dipilih atau ada hati yang memilih. Saya bahkan sangat menyukai sebuah ketidaklaziman pada diri seseorang yang menurut saya unik. Saya lebih menyukai hal-hal yang ada di luar nalar seseorang dari pada yang hanya itu-itu saja, standard dan membosankan.

Seperti menemukan potongan puzzle yang hilang dari jiwa saya, yaaa... tentu aja ini puzzel berantakan, jadi cocok, sama-sama Absurd-nya deh.

Ku bahagia kau telah terlahir kedunia
Dan kau ada diantara milyaran manusia
Dan ku bisa dengan radarku menemukanmu..
-perahu kertas-

 Ya.. Aku bahagia ketika mengenal dia..
Dia berbeda.. dia tak sama..
Mungkin dengan radar ketidaklaziman..
Antara ketidak tahuan dan selalu sikap " I Don't Care.. "
Cinta semakin menjalar hingga ke nadi-nadiku..

Tapi apalah hati..
Mudah berubah bersama masa..
Ia pergi, namun tak hilang..
Ia tak ada, namun tak sirna..

Ketika hati ini memilihnya..
Ketika itu, dia semakin pergi menjauh..
Ketika hati ini berusaha menghentikannya..
Dia kembali memilih hatiku yang hampir rapuh..

Karena Hati itu dipilih..

Bukan memilih..
Kamu dan aku.. Saling memilih..



Comments