Saat Aku Tersisih
Aku pernah merasa tersisih, menjadi
bagian dari orang-orang terbuang. Aku sempat bertanya pada diriku
sendiri, sebelum pada akhirnya aku mengadu pada Tuhan, “Tuhan mengapa
aku tersisih, aku terbuang atas apa yang bukan menjadi salahku.”
Aku melihat beberapa senyum kemenangan
dari bibir jahat – yang aku tahu bahwa mereka sengaja membuatku
menderita – dengan berbagai macam cara kini aku telah terbuang.
Menyedihkan memang, terlebih lagi saat
aku tahu bahwa tak seorang pun mau menolongku. Tak seorang pun mau
membelaku. Entah mereka malu akan kondisiku atau mereka tidak mau
terlibat atas dosa-dosaku.
Awalnya memang aku melakukan segala
sesuatu dengan penuh kesadaran, membiarkan kaki-kakiku melangkah pada
lembah kekelaman yang ternyata benar-benar membuatku terjerumus pada
lumpur dosa. Aku memilih bertahan hidup dengan dosa.
Kini, saat mataku terbuka dan aku
menemukan jalan yang benar, mereka seakan menolakku. Mereka merasa aku
tak layak untuk mendapatkan pengampunan. Sudah banyak air mataku yang
terbuang percuma tanpa belas kasih dari mereka.
Tapi aku tahu tentang satu hal bahwa
masih ada Yesus yang mau menerimaku kembali. Hanya Yesus yang mampu
mencuci bersih dosa-dosaku. Hanya Yesus yang mampu memulihkan
kehidupanku. Dulu aku memang berdosa, tapi kini aku telah kembali kepada
Yesus.
Aku tak perlu membeci orang-orang yang
membenciku. Aku tak perlu dendam kepada orang-orang yang telah membuat
hidupku menderita. Yang aku perlu hanyalah pengampunan. Mengampuni
orang-orang yang telah berbuat jahat kepadaku.
Kini aku tahu bahwa Tuhan tak sedetikpun
melepaskan pandangan-Nya daripadaku. Semua pengalaman yang telah aku
alami membuatku berpikir bahwa, hidup tanpa Tuhan adalah hidup dalam
kehancuran. Saat aku berjalan pergi menjauh dari Tuhan, sesungguhnya aku
sedang berjalan mendekati mesin penghancur. Mesin yang akan
menghancurkan kehidupanku dan kehidupanmu.
Jangan tinggalkan Tuhan jika
ingin selamat :)

