Tuhan, Aku Patah Hati
“Tuhan, aku patah hati.”
Mungkin itu yang selalu kita keluhkan saat kita kehilangan orang yang
sangat kita sayangi. Beberapa hari ini, Tuhan ijinkan beberapa dari
teman saya mengalami patah hati karena pacar. Dunia serasa kiamat bila
putus dengan pacar. Hidup pun menjadi tak berarti tanpa sang pacar.
Saya pun juga pernah mengalami patah
hati. Saya juga pernah mengalami kekecewaan. Semua rasa yang ada di
dalam hati kita itu memang wajar, itu adalah bukti bahwa kita masih
hidup sebagai manusia yang memiliki banyak rasa.
Kita memang memiliki waktu untuk
meratap. Kita memiliki waktu untuk bersedih. Namun, kita tidak perlu
berlama-lama meratap karena ratapan dan kesedihan tidak akan berguna.
Kesedihan yang mendalam akan mengkerdilkan kehidupan kita sehingga hidup
kita terus-menerus berkubang dalam kekecewaan.
Bersyukurlah terhadap apa yang terjadi
dalam hidup kita. Saat seseorang yang kita kasihi meninggalkan kita,
percayalah bahwa kejadian itu juga merupakan bagian dari rencana Allah.
Allah telah menyediakan pasangan yang seimbang dan sepadan dengan kita.
Patah hati bukanlah akhir dari
segalanya. Setiap orang memiliki jalannya sendiri. Setiap orang memiliki
berkatnya sendiri. Semuanya sudah diatur oleh Tuhan. Kita hanya perlu
bersyukur dan melakukan yang terbaik sesuai dengan kehendak Allah.
TUHAN adalah terangku dan
keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? TUHAN adalah benteng
hidupku, terhadap siapakah aku harus gemetar?
Mazmur 27:1