Tangga Nada Bapa
Pernahkah kita melihat atau memainkan
piano? Piano memiliki batang-batang kecil yang tersusun berjajar. Jika
kita tekan satu per satu maka akan memiliki bunyi atau nada yang
berbeda. Nada-nada tersebut akan semakin tinggi bila kita memainkannya
dari arah kiri ke kanan, dan sebaliknya jika kita memainkan dari kanan
ke kiri maka akan semakin rendah.
Hidup itu seperti tangga nada, semakin
hidup kita “tinggi” di mata Bapa, maka iblis akan semakin giat untuk
menjatuhkan kita. Sama halnya seperti Ayub, dimana Ayub begitu saleh
kepada Tuhan sehingga iblis ingin menguji iman Ayub.
Dan saat penderitaan melanda Ayub, tak
sedikit pun kata-kata hujatan kepada Allah keluar dari mulut Ayub. Ayub
berkata bahwa “Tuhanlah yang memberi, maka Tuhan jugalah yang berhak
mengambil.” Itu cukup menjadi bukti bahwa tidak ada satu kuasa pun yang
dapat mengambil berkat Allah yang telah diberikan-Nya kepada kita.
Jika ada yang berani bermain-main dengan
kita, atau mereka merampas berkat yang kita miliki, maka itu sama
halnya dengan bermain-main dengan Allah. Kita adalah piano buatan Allah
dan Allahlah yang berhak memainkan tangga nada kehidupan kita.
Asal kita mau berserah dan percaya
terhadap “permainan piano” Allah, maka kita akan dapati “alunan melodi
kehidupan” yang indah dari Tuhan. Jangan ragu untuk berserah penuh
kepada Tuhan karena Tuhan tidak akan pernah mengecewakan kita.
TUHAN telah menghajar aku dengan keras, tetapi Ia tidak menyerahkan aku kepada maut.
Mazmur 118:18
